Hasil Klasemen Futsal Indonesia: Empat Tim Resmi Degradasi Ke Liga Futsal Nusantara

Hasil klassemen futsal Indonesia sudah usai diadakan dan sudah didapat juga empat team yang perlu ikhlas terdegradasi ke Liga Futsal Nusantara pada musim mendatang. Ke-4 team itu sebagai team yang ada di dua posisi terikut pada masing-masing group.

Empat team yang sah terdegradasi ialah Futsal 35 Bandung, BJL 2000 Semarang pada group A dan Red Manguni Minahasa dan Mutiara FC Surabaya pada group B.

Team Terdegradasi

Pertama ada Futsal 35 yang disebut team futsal asal Bandung. Sesudah sukses masuk ke PFL 2020 ini kali, sayang futsal 35 kurang dapat manfaatkan peluang secara baik. Kurangnya penyiapan dan cuman berisi pemain lokal dipandang seperti factor paling besar ketidakberhasilan futsal 35 bertahan di dalam klassemen futsal Indonesia.

Dikutip dari satuina, hasil dari akhir babak group, Futsal 35 cuman sanggup raih tiga kemenangan, 3x hasil seimbang dan 8x kekalahan dan usai finis di urutan ke-7 group A.

Ke-2  ada BLJ 2000 Semarang. Team asal Semarang ini harus ikhlas duduk di posisi paling akhir group A sesudah cuman sanggup 2x mencetak kemenangan, 1x hasil seimbang dan 11 kali kalah. Hasil dari itu, team yang spat tampil cemerlang itu cuman sanggup kumpulkan 7 point.

Team seterusnya yang perlu ikhlas terdegradasi dari PFL 2020 ialah Red Manguni Minahasa. Red Manguni awalannya digadangkan bisa menjadi team kuda hitam sesudah menggantikan tempat AXM Manado.

Ditambah beberapa pemain dari Bandung dan Bogor jadi point plus yang dipunyai Red Manguni. Sayang, pada PFL musim ini Red Manguni harus ikhlas turun ke Liga Futsal Nusantara sesudah cuman sanggup finis di posisi ke-7  pada group B.

Team bimbingan Sayan Karmadi-asisten pelatih tim nasional futsal Indonesia itu cuman sanggup kumpulkan 8 point dengan 2 kali menang, 2x seimbang dan sepuluh kali kalah.

Paling akhir, Mutiara FC Surabaya jadi team paling akhir yang ditegaskan terdegradasi dari klassemen futsal Indonesia. Sesudah sempat membuat cara mengagetkan pada awal musim dengan mengambil beberapa pemain kelas atas seperti Ardy Dwi Suwary, Mutiara FC Surabaya tidak sanggup tampil optimal.

Permasalahan intern dalam club diperkirakan jadi aspek terpenting untuk Mutiara FC Surabaya yang tidak sanggup tampil optimal pada setiap pertandingan. Untuk mendapatkan update informasi lebih lanjut mengenai futsal, sepakbola, hingga esport bisa kunjungi satuina.com