Mushola Bergerak, Bupati Jepara Serahkan Bantuan

Gulirkan Program Mushola Bergerak, Bupati Jepara Serahkan Sejumlah Bantuan

Dikutip dari berita jepara terbaru, lingkarjateng.id – Program “Mushola Bergerak” kembali digulirkan Bupati Jepara Dian Kristiandi pada bulan Ramadhan ini. Pada edisi perdana, Andi sapaan akrab Bupati Jepara mengunjungi Mushola Al Mujahidin, Desa Muryolobo, Kecamatan Nalumsari.

Dalam kesempatan tersebut, Andi juga meresmikan sebuah mushola dan menyerahkan beberapa bantuan kepada warga setempat. Di antaranya berupa kursi roda, bantuan sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan logistik, sarana prasarana penunjang protokol kesehatan, hingga bibit tanaman.

“Harapannya bisa digunakan dan dimanfaatkan secara maksimal,” kata Andi dalam peresmian tersebut, Selasa (12/4).

Andi berpesan kepada warga senantiasa merawat dan menjaga kemakmuran Mushola melalui kegiatan lewat siar dan juga kegiatan positif lainnya.

“Tak hanya digunakan untuk sholat dan kegiatan tapi bagaimana kemudian diberdayakan untuk pendidikan umum,” ujar Andi.

Ia juga meminta agar organisasi kemasyarakatan dapat mengambil peran guna membantu menginformasikan kepada pemerintah jika ada warganya yang membutuhkan kursi roda untuk penyandang disabilitas dan warga yang mengalami kelumpuhan.

Baca Juga : 

6 Tips Aman Turunkan Berat Badan saat Puasa Ramadhan

“Bisa dikoordinasikan dengan Dinsospermasdes. Dibantu Pak Petinggi (kepala desa, red) agar disampaikan kondisi warganya,” tutur Bupati Jepara.

Sementara itu, Kepala Desa Muryolobo, Soenaryo mengatakan, pembangunan mushola ini merupakan bentuk semangat peningkatan kualitas diri warganya. Ia pun sangat senang karena mushola tersebut telah diresmikan orang nomor satu di Kabupaten Jepara.  “Terima kasih, harapannya ke depan dapat dimanfaatkan maksimal,” pungkas Soenaryo.

sementara itu, Bupati Jepara Dian Kristiandi memastikan bahwa stok kebutuhan pokok menjelang Bulan Suci Ramadan dalam kondisi aman. Hal ini disampaikan usai meninjau stok pangan di Pasar Jepara 1, Rabu (30/3).

“Kami pastikan stok dan pasokan selama Ramadan aman. Kami akan pantau terus kebutuhan pokok masyarakat. Jangan sampai terjadi kelangkaan,” ujarnya.

Walau demikian, ia tak membantah jika terdapat sejumlah kebutuhan pokok yang mengalami fluktuasi harga, tapi dinilai masih dalam keadaan wajar. Menurutnya, rata-rata kenaikan harga saat ini tidak lebih dari Rp5.000 per kilogram. Ia mencontohkan harga telur ayam yang mengalami kenaikan sekitar Rp2.000 per kilogram.

(Lingkar Network | Muslicul Basid – Lingkarjateng.id)