SehatQ Rekomendasikan Tes PCR untuk Deteksi Penyakit Hepatitis C

 

Tindakan medis seperti tes PCR terkadang wajib dilakukan untuk mendeteksi keberadaan penyakit di dalam tubuh kita. Dengan adanya tindakan pencegahan seperti ini, penyakit bisa segera ditangani. Karena jika tidak dideteksi sejak awal, dikhawatirkan penyakit tersebut bisa mengancam nyawa si penderita.

Dalam kesempatan ini, kita akan sedikit membahas mengenai sebuah metode tindakan medis untuk memeriksa virus hepatitis C. Tindakan yang digunakan adalah dengan cara tes PCR HCV RNA.

Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada virus Hepatitis C di dalam tubuh seseorang atau tidak. Pemeriksaan dilakukan dengan cara mengambil sampel darah si pasien. Memang, virus Hepatitis C biasanya berada di dalam darah.

Selanjutnya, apabila dari tes ini diketahui ada virus Hepatitis c di dalam darah, maka dokter akan melakukan diagnosa Hepatitis C secara mudah. Kemampuan Tes PCR HCV RNA dalam mengukur jumlah virus atau lebih dikenal dengan istilah viral load sangat membantu dokter dalam mendiagnosis penyakit Hepatitis C.

Bahaya Hepatitis C bagi Penderitanya

Hepatitis C adalah sebuah infeksi yang menyerang organ hati manusia. Virus hepatitis C menjadi penyebab munculnya infeksi. Organ hati yang terserang oleh virus hepatitis C akan mengalami peradangan dan kerusakan.

Apabila infeksi tidak segera ditangani, virus hepatitis C akan menyebabkan sirosis hati. Kemudian pada akhirnya, terjadilah kanker hati atau gagal hati. Pada saat itu, fungsi hati tidak akan bekerja sebagaimana mestinya. Gagal hati menyebabkan penderita dalam situasi kritis dan sering menyebabkan kematian.

Seberapa Penting Tes PCR HCV RNA?

Dokter bisa mendiagnosa apakah Anda terinfeksi virus hepatitis C dari Tes PCR HCV RNA. Dokter menggunakan sampel darah sebagai bahan pengujiannya.

Hepatitis C merupakan penyakit menular melalui darah yang sudah terkontaminasi sebelumnya. Penularan yang umum terjadi adalah lewat perantara jarum suntik yang dipakai bergantian, penggunaan alat cukur, hubungan badan, dan dari ibu ke anak saat melahirkan.

Orang yang tertular virus hepatitis C biasanya tanpa gejala apapun. Jadi cukup sulit baginya untuk mengetahui apakah dirinya mengalami infeksi virus atau tidak.

Nah, Di sinilah peran penting dari tes PCR (polymerase chain reaction). Lewat dengan tes ini, tenaga medis / dokter dapat mendiagnosis seseorang yang terjangkit virus hepatitis C dengan mudah dan akurat.

Tindakan medis ini juga dapat membantu dokter mengurangi viral load dan membantu mencarikan pengobatan yang cocok bagi pasien.

Rangkaian Proses Tes PCR HCV RNA

Tidak ada hal-hal khusus yang harus pasien persiapkan sebelum melakukan tes. Karena pada dasarnya tes ini hanya membutuhkan sampel darah.

Pertama, tim medis menggunakan cairan antiseptik untuk membersihkan bagian yang akan diambil darahnya. Kemudian, tim media mengikat bagian atas lengan dengan perban elastis. Tujuannya supaya darah yang ada di lengan terkumpul. Dengan begitu maka tim dapat dengan mudah menemukan pembuluh darah vena.

Selanjutnya, tim medis akan mengambil darah dengan menggunakan jarum suntik tepat ke pembuluh darah. Setelah darah yang diambil sudah cukup, bekas suntik akan ditutup menggunakan kain perban.

Jenis Tes PCR HCV RNA

Ada 2 jenis tes PCR HCV RNA, yaitu tes kualitatif dan tes kuantitatif. Tes kualitatif dapat menunjukkan keberadaan virus tetapi tidak bisa menghitung jumlahnya. Jika hasil tes kualitatif positif, maka dapat dipastikan jika tubuh terjangkit virus hepatitis C. Namun jika negatif kemungkinan besar tidak ada.

Sementara, tes kuantitatif atau viral load menggunakan cara dengan menghitung jumlah virus dalam darah. Hasil tes kuantitatif dinyatakan sebagai International Unit per mL (IU/ml). Hasil viral load / tes kuantitatif dinyatakan tinggi apabila di atas 800.000 IU/ml. Sedangkan, hasil tes dikatakan rendah jika di bawah 800.000 IU/ml.

Setelah melakukan tindakan medis berupa tes PCR dan hasilnya tidak normal, dokter biasanya akan menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan berguna untuk memeriksa dan mengevaluasi fungsi hati. Jenis pemeriksaannya antara lain ultrasonografi (USG), tes darah, dan biopsi hati.

Demikian informasi seputar tes PCR untuk mendeteksi virus hepatitis C di dalam tubuh manusia. Tindakan medis sangat berguna untuk memantau perkembangan tubuh. Jika ada yang tidak normal, bisa langsung mengambil tindakan tepat dan cepat sesuai arahan dokter ahli.